twitter
rss


oleh : JEMY V. CONFIDO
“Vision without work is a day dream. Work without vision is a nightmare.” Japanese Proverb
Seorang mandor sedang memeriksa tiga orang tukang bangunan yang sedang bekerja. Tukang yang pertama ditanya oleh sang mandor. “Pak, apa yang sedang Bapak kerjakan?”
Tukang tersebut pun menjawab singkat, “Saya sedang menyusun batu bata Den.” Demikian penjelasan tukang yang pertama, persis seperti apa yang memang sedang ia kerjakan yaitu menyusun batu bata.
Sang mandor kemudian beralih ke tukang yang kedua dan ia pun mengajukan pertanyaan yang sama, “Pak, apa yang sedang Bapak kerjakan?”



Negara-negara berbagai kawasan bisa saling berbagi pengalaman, terutama dalam perencanaan, pengembangan dan pengelolaan  dalam penyelenggaraan  sistem  pendidikan jarak jauh  dan terbuka atau yang dikenal dengan Open and Distance Learning (ODL).

ODL sendiri telah diterapkandi Indonesia, terutama oleh Universitas Terbuka (UT).  “Di UT, ada dua jejaring ODL yaitu jejaring  untuk pelayanan warga Negara Indonesia (WNI) di luar negeri  dan  networking. UT sebagai pemain ODL, sehingga kami harus  aktif  dalam organisasi ODL di  manca negara,”  ungkap  Rektor Universitas Terbuka (UT), Tian Belawati, kepada BISKOM  di kampus UT Pondok Cabe,  Tangerang  (11/10),  saat menyampaikan hasil-hasil dari  International Council for Open and Distance Education (ICDE) World Conference ke-24.

Tian Belawati 01.jpg
SISTEM pendidikan terbuka dan jarak jauh (PTJJ) sudah tidak asing dalam istilah pendidikan tinggi di belahan dunia manapun. Di Indonesia, Universitas Terbuka (UT) dianggap telah mampu menyelenggarakan PTJJ secara tertata dan sistematis. Tak heran jika UT kini dijadikan contoh sukses oleh open university di Asia. UT juga dinilai bisa menjadi kampus masa depan bagi bangsa Indonesia. Sebab, berbagai bahan studi untuk menyebarkan pengetahuan dan informasi di kampus itu, mengandalkan teknologi informatika yang paling mutakhir, yakni teknologi jarak jauh (long distance), sehingga cocok bagi wilayah geografis Indonesia yang terpisah oleh beberapa kepulauan.

Dunia pembelajaran hanya menyediakan dua pilihan mencintai belajar atau mengeluh setiap hari. jika tidak bisa mencintai belajar, maka kita hanya terjebak dalam keluh kesah yang semakin dalam. untuk itu kegairahan dalam belajar harus senantiasa dijaga. berikut 8 Prinsip Penggerak Gairah Belajar :

1. Belajar adalah rahmat
Bakat, kecerdasan, kesempatan sekecil apapun yang kita miliki yang memungkinkankita belajar adalah karunia allah. dengan belajar kita punya banyak teman, semakin banyak ilmu dan wawasan, ada harapan cemerlang dimasa depan, itu semua meurupakan cinta kasih allah kepada kita yang tidak semua manusia memperolehnya untuk itu sebagai sebuah nikmtat patut kita syukuri. sebuah keterlaluan yang amat sangat bila nikmat diterima dengan ogah ogahan.

 
shutterstock 
ILUSTRASI: Pencapaian UT dalam kualitas sistem pelayanan belajar jarak jauh dan terbuka pada mahasiswanya itu bisa jadi contoh untuk pendidikan tinggi terbuka dan jarak jauh lainnya di dunia.
Tim ICDE yang datang ke Indonesia bukan cuma melihat yang ada di Kampus UT pusat, tetapi juga menilai hingga ke pelayanan di daerah-daerah.
-- Carl Holmberg.

TANGERANG, KOMPAS.com - Universitas Terbuka (UT) mendapat penghargaan dari International Council For Open and Distance Education (ICDE). ICDE memberikan sertifikat kualitas sebagai pengakuan bahwa UT telah menerapkan sistem belajar jarak jauh dan terbuka yang berkualitas tinggi serta melampaui standar yang baik dari ketentuan tentang pelayanan belajar jarak jauh dan terbuka bagi mahasiswa.

Minggu, 2 Oktober 2011 17:53 WIB
M. Nuh. (ANTARA/Widodo S. Jusuf)
Nusa Dua (ANTARA News) - Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas), Muhammad Nuh, mengemukakan bahwa pendidikan jarak jauh dan terbuka dapat menjadi jawaban memeratakan kesempatan pendidikan bagi siswa di mana pun berada.
"Pendidikan jarak jauh dan terbuka adalah jawaban terhadap hambatan yang dimiliki banyak negara di dunia untuk memeratakan kesempatan memperoleh pendidikan, utamanya pendidikan tinggi," katanya saat membuka konperensi dunia pendidikan terbuka dan jarak jauh (PTJJ) ke-24 di Nusa Dua, Kabupaten Badung, Bali, Minggu.
Universitas Terbuka (UT) didukung oleh Kementerian Pendidikan Nasional menyelenggarakan konferensi ini sebagai salah satu agenda dari "International Council for Open and Distance Education" (ICDE) yang ditujukan sebagai forum berbagi pengalaman, gagasan dan strategi penting dalam pengembangan pendidikan terbuka dan jarak jauh.

Minggu, 2 Oktober 2011 20:16 WIB
M Nuh (ANTARA/Sahrul Manda Tikupadang)
Nusa Dua (ANTARA News) - Menteri Pendidikan Nasional Muhammad Nuh, Minggu membuka konferensi dunia pendidikan terbuka dan jarak jauh (PTJJ) ke-24 di Nusa Dua, Kabupaten Badung, Bali.

"Pendidikan jarak jauh dan terbuka adalah jawaban terhadap hambatan yang dimiliki banyak negara di dunia untuk memeratakan kesempatan memperoleh pendidikan, utamanya pendidikan tinggi," kata Muhammad Nuh ketika membuka konferensi itu di Nusa Dua, Minggu.

Universitas Terbuka (UT) didukung oleh Kementerian Pendidikan Nasional menyelenggarakan konferensi ini sebagai salah satu agenda dari "International Council for Open and Distance Education" (ICDE) yang ditujukan sebagai forum berbagi pengalaman, gagasan dan strategi penting dalam pengembangan pendidikan terbuka dan jarak jauh.